Kindergarten Curriculum

Konsep Kegiatan Belajar Mengajar

>> Active Learning

Kegiatan pembelajaran siswa/anak yang memusatkan anak sebagai subjek, bukan objek pembelajaran sehingga siswa/anak menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar.
Proses pembelajaran bagi anak usia dini adalah proses interaksi antar anak, sumber belajar, dan pendidik dalam suatu lingkungan belajar tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

>> Bermain Sambil Belajar, Belajar Seraya Bermain

Kegiatan belajar mengajar dilakukan dengan konsep “bermain sambil belajar” karena bermain merupakan sifat alami setiap anak. Unsur bermain dalam pendidikan Taman Kanak-Kanak tidak dapat dikurangi, apalagi ditiadakan sama sekali, karena unsur bermain merupakan gejala yang melekat pada kodrat anak. Hal ini dapat diamati pada seorang anak yang selalu bermain apa saja, dimanapun anak itu berada, walaupun berbeda kondisi masyarakatnya.
Kegiatan bermain yang berencana, seperti disekolah, dapat mengembangkan secara dini aspek :
– Agama / Moral
– Bahasa
– Fisik (Koordinasi Motorik Halus dan Motorik Kasar)
– Seni
– Kognitif (Daya pikir, daya cipta)
– Kemandirian
– Social-emosi
secara integratif. Anak dapat belajar melalui permainan untuk memahami dirinya, orang lain dan lingkungannya.

>> Islamic Nuanse

Mengintegrasikan setiap kegiatan belajar dengan nilai-nilai agama dalam rangka pembentukan perilaku dan pengembangan kemampuan dasar

>> 2004 Curriculum

Mengacu pada kurikulum 2004 berstandar kompetensi, isi program kegiatan belajar mengajar mencakup:
– Program kegiatan belajar mengajar dalam rangka pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam kegiatan sehari-hari, meliputi: Moral dan nilai-nilai agama, sosial, perasaan / emosional dan kemandirian.
– Program kegiatan belajar dalam rangka pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang tersusun dan terencanakan, meliputi kemampuan berbahasa, kognitif, fisik dan motorik serta seni.

>> Bilingual

Mengajarkan bahasa Inggris melalui pembiasaan dalam percakapan. Konsep bilingual ini dilakukan secara bertahap, seiring dengan kemampuan bahasa Ibu (Bhs. Indonesia)

>> Aspek pengembangan yang diberikan adalah sebagai berikut:

I. LANGUAGE
Pembelajaran bagi anak-anak ditahap awal pendidikan mereka kami fokuskan pada kemampuan bahasa: mendengar, berbicara, membaca, menulis. Guru menyadari bahwa pada saat mulai bersekolah, murid sudah belajar berbicara dan mendengarkan (sebagai kemampuan yang kompleks). Kemampuan-kemampuan ini adalah dasar yang kuat. Tetapi beberapa anak memiliki pengalaman yang lebih daripada yang lain. Untuk menjamin bahwa pengalaman berbahasa yang berharga tersebut dapat terbagi dengan murid lain, guru akan mengisi tahun-tahun awal dengan pelajaran bahasa, dengan tetap memperhatikan pada kemampuan masing-masing individu.

Listening
Anak mulai menggunakan kemampuan mendengar jauh sebelum mereka bersekolah, tetapi disekolah, kemampuan mendengar (listening) menjadi aktivitas yang lebih serius. Tujuan guru adalah anak-anak dapat bergantian menunggu temannya selesai bercerita baru kemudian berbicara; berinteraksi dengan pembicara dengan memberikan respon terhadap apa yang mereka dengar; mendengarkan cerita, kaset, suara, lagu dan juga sajak; berlatih bercakap-cakap (conversation); mendengarkan dan mengikuti perintah; mendengarkan informasi dan membaginya dengan yang lain.

Speaking
Sama seperti mendengarkan, murid sudah bisa berbicara sebelum mereka mulai bersekolah, karena kemampuan berbicara terkait erat dengan kemampuan komunikasi yang lain. Tujuan guru adalah agar murid dapat berpartisipasi dalam kegiatan diskusi di kelas; belajar berbagai macam sajak, puisi, dan lagu berulang-ulang; mengunakan telepon sebagai media berbicara dengan jelas; berinteraksi dengan teman atau orang dewasa baik disekolah maupun dirumah.

Writing
Menulis merupakan kemampuan yang berkembang melalui kemampuan membaca. Pada level Playgroup, tujuan guru adalah mendorong murid membuat tulisan di kertas (meskipun hanya sekedar coretan pada awalnya); “menulis” melalui menggambar yang merupakan langkah awal dari menulis cerita; menjadi sadar bahwa setiap orang mempunyai ide untuk dijadikan cerita jika ditulis; belajar menulis huruf dan angka; mulai menulis kata; mencoba menuangkan ide melalui tulisan; mengetahui bahwa cerita dapat dirubah; diperbaharui dan perpanjang bahkan dibuang jika salah; berlatih menulis baik di sekolah maupun dirumah melalui menulis pesan, undangan, ucapan terima kasih, maupun surat untuk teman.

Reading
Dalam bidang bahasa, tujuan pembelajaran adalah agar murid mengetahui bahwa tulisan berasal dari ucapan yang kemudian ditulis, dan dapat dibaca kembali. Mengetahui bahwa orang yang menulis sebuah karya tulis disebut penulis (author); tertarik akan buku literatur (termasuk lirik lagu, sajak, dan puisi); suka pergi ke perpustakaan; belajar membaca gambar dan symbol; belajar membaca warna dan benda-benda umum lainnya; mengetahui abjad; belajar membedakan berbagai bunyi huruf; menambah pembendaharaan kata lewat pengalaman; mulai dapat membaca cerita yang sudah mereka kenal dan sudah pernah diceritakan.

II. MATH
Menekankan pada konsep pengalaman konkrit. Dalam tingkat playgroup, pengenalan konsep matematika masih berupa kata dan angka.

Basic Terms
Guru menginginkan anak untuk mengerti terminologi dasar yang digunakan untuk menjelaskan hubungan antar objek atau angka; lebih dari, kurang dari, sama dengan, berbeda dengan, dan grup atau set.

Spatial Terms
Anak-anak umumnya mengenal istilah-istilah seperti: jauh dan dekat, didalam dan diluar, diatas dan dibawah, didepan dan dibelakang, buka dan tutup, kanan dan kiri, menuju dan dari, kosong dan penuh, diantara, disamping, diseberang, pertama, berikutnya, dan terakhir.

Comparisons
Istilah-istilah perbandingan yang biasanya digunakan oleh anak-anak adalah:tinggi dan pendek; besar dan kecil; panjang dan pendek; tingi, lebih tinggi dari, paling tinggi; pendek,lebih pendek dari, paling pendek; lebih besar, lebih besar dari, paling besar; kecil, lebih kecil dari, paling kecil; panjang, lebih panjang dari, paling panjang.

Numerals
Pada saat mulai bersekolah, sebagian besar anak-anak sudah mulai mengenal dan belajar angka. Di sekolah, merekamulai mengembangkan kemampuan ini dengan menghitung hingga angka 20 (dua puluh), mengenali dan menulis angka hingga 20, mengurutkanpertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima; mengenali benda-benda dan mengelompokkan mereka menurut bentuk, jumlah maupun warnanya; dan mampu mengenali sekelompok benda berjumlah 5 (lima) tanpa harus menghitung setiap bendanya.

Shapes
Pembelajaran mengenai bentuk, merupakan langkah awal pengenalan geometri. Anak-anak mulai belajar dengan mengenali bentuk-bentuk seperti: lingkaran, persegi panjang, kotak, dan segitiga.

Time and Measurement
Tujuan guru mengenalkan waktu, uang dan pengukuran adalah, agar anak-anak mampu menjelaskan waktu sampai ke jam. Mengerti konsep pagi, siang, dan malam. Belejar mengestimasi jarak dengan menggunakan benang, tangan, kaki atau dengan alat lainnya. Mengetahui perbedaan ukuran dan berat sebuah benda.

III. SCIENCE
Anak kecil secara alami memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, selalu berkeinginan menjelajahi dunia sekitar mereka. Tujuan dari kurikulum science ini adalah untuk mensupport atau mendorong rasa keingintahuan ini.

Living Things
Anak-anak mempelajari sifat dari tanaman dan binatang-pola pertumbuhannya, kegunaannya, dan perawatan yang mereka perlukan. Anak belajar untuk mendeskripsikan dan melakukan perawatan terhadap tanaman dan binatang, melaporkan penemuan-penemuanmereka dalam jurnal science mereka melalui gambar, cerita, atau tulisan khas anak TK.

The Five Senses
Anak-anak dapat mengunakan dengan sadar sepenuhnya indra mereka (perasa, penciuman, pendengaran, sentuhan dan penglihatan) untuk memperoleh informasi tentang dunia sekelilingnya.

Development of Inquiry and Thinking Skill
Anak-anak belajar untuk mengamati dengan seksama, bertanya, dan melakukan eksperimen kecil (biaasnya dengan tanaman dan binatang).

IV. HEALTH
Anak usia TK melakukan aktivitas fisik yang berhubungan dengan baik kemampuan motorik kasar (berlari, melompat, memanjat) maupun motorik halus (menyusun puzzles, balok, permainan keseimbangan). Mereka belajar mengenai beberapa aspek pertumbuhan dan perkembangan. Banyak dari kurikulum science berhubungan dengan kesehatan, begitu juga dengan beberapa cerita di kurikulum bahasa (language art)

Basic Health Habits
Anak-anak mempelajari pentingnya memelihara tubuh mereka:
gigi, mata, olahraga, istirahat, dan kebersihan.

Nutrition
Anak-anak belajar tentang kelompok makanan, pentingnya akan pemilihan makanan dan pola makan sehat, kandungan dari makanan yang berbeda, dan kebiasaan makan yang berbeda sesuai adat.

Safety
Pelatihan kehati-hatian untuk anak-anak menekankan pada betapa pentingnya untuk berhati-hati apabila berada di sekitar mesin, jalanan, dan di taman bermain.
V. SOCIAL STUDIES
Dalam tahun awal masa sekolah, kurikulum sosial berorientasi kepada keluarga dan tetangga, hubungan sosial, dan tanggung jawab sipil. Bagaimana berinteraksi dan memahami orang dari berbagai budaya, sejarah dan geografis.
Bagaimana agar anak-anak mampu mengenali nama mereka dalam bentuk tulisan; mengetahi nomor telepon mereka sendiri dan dapat menggunakan telepon; mengetahui nama jalan rumah mereka; mengetahui semua nama di keluarga inti maupun keluarga besar mereka; dan mengetahui apa pekerjaan dan hobi setiap anggota keluarga mereka; mampu menjelaskan bagaimana mereka kesekolah dan menggambarkan rutenya; menjelaskan kesukaan-kesukaan mereka ataupun temannya; mengetahui dan menghargai perbedaan bentuk keluarga yang mungkin dimiliki orang lain (memiliki dua orang tua, single parent, orang tua tiri, dan sebagainya); mulai mengenal keluarga di budaya yang berbeda; mengetahui pentingnya liburan agama baik agama mereka sendiri ataupun agama lain; mulai belajar tentang tokoh-tokoh terkenal sebagai contoh : Wali Songo, Jend. Sudrman, dll; mulai belajar tentang hal-hal yang berkaitan dengan kewarganegaraan; bertangung jawab atas tindakannya; membantu dalam membuat keputusan bersama; berbagi dan menghormati orang lain; dan mulai belajar geografi melalui objek seperti cuaca, musim maupun peta.

VI. THE ARTS
Ekpresi pribadi adalah alami bagi anak-anak dan harus didukung dan dikembangkan. Sangatlah penting bagi guru dan orangtua untuk menerima ekspresi unik anak tanpa mengkritikinya. Fokus dari kurikulum art di tahun-tahun awal adalah kenyaman dalam berpartisipasi.

Music
Anak-anak bernyanyi, bereksperimen membuat suara
Dengan menggunakan berbagai macam instrumen musik, mendengarkan berbagai macam tipe musik yang berbeda, membuat lagu, dan menghadiri pertunjukkan musik.

Movement
Anak-anak menggunakan tubuh mereka dalam menari dan melihat pertunjukkan tari

Drama
Anak-anak menggunakan boneka tangan, memakai kostum, bermain drama dan menonton pertunjukkan drama.

Drawing and Sculptures
Anak-anak bereksperimen dengan berbagai macam media seperti cat air, krayon, pensil, spidol, dan tanah liat.

Poetry and Creative Writing
Anak bekreasi dengan puisi, lagu, cerita dan drama. Hasil karya mereka akan dikumpulkan kedalam buku.