Jl. Mabes Hankam No. 15 – 16 Bambu Apus – Cipayung Jakarta Timur 13890
021 – 29825775/29825776 | WA Only 0877-3155-0045 (TK) | WA Only 0822-1155-0045 (SD) | WA Only 0877-4155-0045 (SMP)

Menu

Mengasah Rasa Empati Anak

Mengasah Rasa Empati Anak

Mengajarkan empati (menempatkan posisi pada keadaan seseorang) pada anak usia balita atau sekolah dasar termasuk gampang-gampang susah. Harus terus dilatih dan dicontohkan. Berikut ada beberapa contoh kasus yang bisa dipelajari.

Seandainya Anda sedang menemani buah hati berjalan-jalan. Kemudian melihat ada anak kecil terjatuh dan menangis. Anak Anda tertawa. Apa reaksi Anda? Ikut tertawa? Tentunya tidak. Sama seperti adegan orang terjatuh dalam film atau komedi situasi di televisi yang justru menyebabkan orang-orang tertawa. Bukan sebuah tontonan yang sehat, kan? Anda bisa berkomentar, “Duh, pasti rasanya sakit, ya?” Lalu ajaklah anak Anda untuk berdiskusi. Apa sih yang bisa ditertawakan dari jatuhnya seseorang? Katakan bahwa hal itu tidak baik dan justru melukai perasaan yang terjatuh. Sebaiknya mendekat dan menolongnya.

Contoh lain adalah bila melihat ada seorang anak kecil yang berlarian tak tentu arah di sebuah supermarket ketika Anda dan buah hati sedang berbelanja. Sementara Ibu tersebut kewalahan antara mengawasi anaknya sekaligus mengambil barang untuk ditaruh di troli. Anak Anda pasti kebingungan. Bicaralah padanya bahwa hal itu akan merepotkan semua orang. Bagaimana kalau barang-barang yang ada di rak itu jatuh berantakan? Ajaklah anak Anda untuk mencoba menawarkan bantuan pada si Ibu.

Berkunjung ke panti asuhan juga bisa dicoba. Ceritakanlah sebelum berangkat, mengapa tujuannya ke sana? Ada siapa saja di sana? Mengapa mereka tinggal di tempat seperti itu? Sehingga ketika datang ke sana, anak-anak sudah mendapat gambaran seperti apa kondisi teman-teman mereka. Mereka bisa bermain bersama dan bila ada pertanyaan yang agak berat seperti, “Ayah dan Ibu kamu ke mana?” bisa dijawab dengan bijak dan dengan bahasa yang mampu dipahami anak Anda.

Ini adalah tiga cara sederhana untuk mengasah kepekaan anak menurut Mark Barnett,Ph.D., profesor psikologi pada Kansas Sate University, Manhattann, Kansas. “Semakin banyak orangtua berbicara tentang perasaan orang lain, semakin berempatilah anak terhadap orang lain.”

Share This: