Jl. Mabes Hankam No. 15 – 16 Bambu Apus – Cipayung Jakarta Timur 13890
021 – 29825775/29825776 | WA Only 0877-3155-0045 (TK) | WA Only 0822-1155-0045 (SD) | WA Only 0877-4155-0045 (SMP)

Menu

Sekolah Dalam Menyikapi Pancaroba

Sekolah Dalam Menyikapi Pancaroba

Sehubungan dengan datangnya musim pancaroba, bersama ini kami sampaikan beberapa informasi terkait musim tersebut antara lain:

  1. Pancaroba adalah masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim tropis, yaitu antara musim penghujan dan musim kemarau, Musim pancaroba biasa terjadi pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan pada (sekitar) bulan September atau peralihan musim hujan ke musim kemarau pada (sekitar) bulan April. Perubahan udara dan temperatur tersebut sedikit banyak akan berpengaruh pada tubuh, karena tubuh akan otomatis berusaha keras untuk menyesuaikan dengan temperatur sekitar. Saat itu pula imunitas (daya tahan tubuh terhadap penyebab penyakit) seseorang berkurang, sehingga sering menyebabkan orang sakit di musim pancaroba.
  2. Pada musim pancaroba, perubahan temperatur yang tidak stabil menjadi pemicu virus dan bakteri untuk lebih cepat berkembang biak sehingga biasanya lebih banyak orang terserang penyakit di musim pancaroba dibanding di musim yang temperaturnya relatif stabil.
  3. Musim pancaroba berkaitan erat dengan beberapa gangguan kesehatan seperti flu, batuk, pilek, demam, gangguan saluran napas, masuk angin, influenza, gangguan pencernaan seperti diare, dan tifus abdominalis. Kemunculan penyakit-penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada awal perubahan musim/pancaroba karena banyaknya kotoran yang menjadi vektor bagi bakteri dan virus penyebab penyakit, juga tak lepas dari pola pengkonsumsian makanan. Penyakit tersebut dapat timbul karena adanya bakteri atau virus yang mencemari makanan atau minuman, lingkungan yang tidak steril serta berbagai kondisi alam seperti tingginya volume curah hujan penyebab banjir dan kencangnya angin penyebab debu beterbangan membuat risiko tercemarnya makanan/minuman oleh kuman atau parasit penyebab diare kian meningkat.

Beberapa jenis penyakit yang sering timbul dan menyerang anak di musim pancaroba antara lain:

Gangguan Saluran Napas

Pengaruh perubahan cuaca sangat berpotensi mengganggu saluran pernapasan. Gejala awal gangguan saluran pernapasan yaitu batuk, bronkhitis, pilek atau influenza disertai bersin-bersin dan peningkatan suhu tubuh (demam). Demam bukan merupakan penyakit tersendiri, melainkan gejala dari penyakit lain misalnya influenza.

Gangguan Pencernaan: Diare

Diare ditandai dengan keluarnya feses yang sangat encer seperti air, dan berlangsung terus menerus. Penyakit  pada anak ini sebenarnya dapat digolongkan penyakit ringan, tetapi jika terjadi secara mendadak dan kurang mendapat perawatan maka diare juga dapat berakibat fatal, terutama apabila diare tersebut terjadi pada anak balita.  

Berhubung diare dapat menyebabkan terjadinya kehilangan cairan tubuh yang berlebihan (dehidrasi) dan elektrolit, sehingga tubuh menjadi lemah dan lemas, terlebih lagi jika diare disertai dengan muntah-muntah. Penderita harus diberi minum sebanyak-banyaknya, serta diberi oralit sebagai pertolongan pertama. Bila diare tidak juga berhenti maka penderita harus segera di bawa ke dokter.

Penyakit diare pada anak dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satu penyebab yang paling umum adalah suatu infeksi ringan pada usus yang disebabkan bakteri, amuba, juga infeksi virus atau flu usus. Juga dapat disebabkan karena makanan dan minuman yang tercemar.

Demam tifoid atau penyakit tifus abdominalis.

Tifus merupakan suatu penyakit peradangan pada usus yang disebabkan oleh infeksi bakteria. Penyakit pada anak ini dapat terjadi melalui pengkonsumsian makanan dan minuman yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella typhosa.         

Penyakit typhus abdominalis sangat cepat penularannya, yaitu melalui kontak dengan seseorang atau hewan yang terinfeksi. Pembuangan air kotoran yang tidak memenuhi syarat dan kondisi sanitasi yang tidak sehat menjadi faktor terbesar dalam penyebaran penyakit ini.

Tanda atau gejala penyakit typhus diawali dengan demam panas yang makin lama makin tinggi, selama mengalami panas tinggi penderita sering mengigau. Selain itu kepala terasa sakit, menggigil, berkeringat, letih, lemah, tidak nafsu makan dan berat badan berkurang, peradangan pada cabang tenggorokan, mual, muntah-muntah dan sakit perut yang mendadak.

Untuk perawatannya diusahakan untuk menurunkan panasnya dengan obat yang mempunyai efek antibiotik dan antipiretik. Istirahat di tempat tidur sampai semua tanda penyakit hilang. Makan makanan yang mengandung banyak cairan seperti sup, bubur cair dan lain-lain.

Kemunculan penyakit-penyakit tersebut kasusnya menjadi tinggi pada pancaroba dipicu dengan meningkatnya berbagai vektor (pembawa) bagi bakteri dan virus penyebab penyakit seperti tikus, lalat, kecoa yang berkembang pesat akibat perubahan cuaca seperti ini. Pergantian musim ini memang tidak boleh disepelekan. Pencegahan menjadi solusi yang mutlak.

Mengingat sistem imunitas tubuh anak yang belum sekuat orang dewasa, maka sekolah sudah melakukan tindakan-tindakan regular sbb:

No Jenis Kegiatan Frekuensi
1. Fogging lingkungan sekolah 2 bulan sekali
    Yang sudah dilakukan
Tanggal 20 Desember 2016
Tanggal 25 Februari 2017
 
Jadwal fogging berikutnya
Tanggal 28 Maret 2017
Tanggal 25 Mei 2017
 
2. Sterilisasi lingkungan sekolah, dengan cara penggunaan disinfectant pada cairan pembersih meja, kursi dan lantai kelas. Setiap hari
3. Filterisasi air, dengan menggunakan pure water system. Setiap hari
4. Pembiasaan Cuci tangan sebelum makan. Setiap hari
5. Membuka jendela kelas dipagi hari sebelum kegiatan belajar berlangsung. Setiap hari
6. Pembersihan AC 1 bulan sekali
7. Pembersihan Dispenser Air minum Setiap Hari

 

 Hal lain yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan di musim pancaroba antara lain:

  1. Menguatkan Daya Tahan Tubuh
    1. Konsumsi makanan bergizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Jalani pola makan yang sehat.
    2. Istirahat yang cukup. Tidur delapan jam sehari akan menjaga sistem metabolisme tubuh sehingga berjalan  tanpa gangguan. Jangan terlalu banyak begadang karena menurunkan daya tahan tubuh.
    3. Usahakan berolahraga secara rutin.
  2. Menjaga Kebersihan Diri
    1. Selalu mencuci tangan dengan sabun antiseptik sebelum dan sesudah makan, dan setiap kali usai beraktivitas.
    2. Rajin potong kuku tangan dan kaki serta membersihkannya (terutama untuk anak-anak) karena kuku yang panjang bisa menjadi tempat bermukimnya larva cacing.
    3. Hindarkan diri ataupun anak-anak dari luapan genangan air kotor karena di dalamnya terdapat kuman-kuman, bakteri, virus yang bersemayam. Bahkan air kencing tikus pun ada.
    4. Jangan jajan makanan sembarangan, sebaiknya konsumsi makanan rumah yang terjamin kebersihannya.
  3. Menjaga Sanitasi Lingkungan
    1. Jaga kebersihan lingkungan terutama lingkungan sekitar rumah
    2. Bersihkan rumah dari debu-debu
    3. Ventilasi rumah harus bagus agar cahaya dan udara segar bisa masuk.
    4. Jangan biarkan sampah menumpuk, kalau perlu dibungkus plastik dan jangan dibiarkan terbuka karena mengundang lalat.
    5. Bersihkan kamar mandi dan toilet secara rutin. Kuras air secara berkala untuk menghindari berkembangbiaknya nyamuk.
    6. Bersihkan genangan / selokan air di sekitar lingkungan anda.

Semoga anak-anak kita terhindar dari segala penyakit. Terimakasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Share This: