Jl. Mabes Hankam No. 15 – 16 Bambu Apus – Cipayung Jakarta Timur 13890
021 – 29825775/29825776 | WA Only 0877-3155-0045 (TK) | WA Only 0822-1155-0045 (SD) | WA Only 0877-4155-0045 (SMP)

Menu

Nams Winter Camp 2019

Nams Winter Camp 2019

Nams Winter Camp 2019

Seoul, South Korea

March 18th-22nd 2019

 

Apa yang ada dibenakmu ketika mendengar kata Korea Selatan? Bisa jadi kamu akan kepikiran tentang K-Pop, drama Korea, operasi plastik dan lain sebagainya. Itu sah-sah saja karena hal semacam itu memang sedang happening saat ini. Namun bagaimana jika kita melihatnya dari sudut pandang yang lain?

Pada bulan Maret yang lalu, Nizamia melakukan immersion program tahunan untuk siswa/i kelas 7 yang bertajuk Nams Winter Camp 2019. Kegiatan ini bertemakan ‘merantau’, sebagai bentuk pengenalan kepada siswa/i bahwa bumi Allah itu luas, dan mempunyai ragam budaya berbeda yang banyak sekali. Sebagai negara yang jauh dari Indonesia, Korea Selatan adalah tempat yang kami pilih kali ini setelah melakukan pertimbangan dan diskusi dari para guru dan orang tua murid.

Immersion program kali ini sebenarnya tindak lanjut dari do it now program yang telah dilakukan siswa/i sebelumnya, yaitu sebuah program kegiatan kesempatan bekerja untuk siswa/i kelas 7. Lowongan pekerjaan yang ditawarkan adalah cleaning service, minimart staff, dan catering staff. Nantinya siswa/i yang diterima bekerja, akan melakukan tugasnya selama 3 bulan (November 2018-Januari 2019) bekerja di Nizamia (atas persetujuan orang tua murid yang bersangkutan), yang mana uang hasil bekerja akan digunakan sebagai biaya tambahan untuk perjalanan mereka ke Seoul, Korea Selatan.

Di Seoul, mereka sudah dipersiapkan dengan acara kegiatan yang menanti mereka, serta berbagai tempat menarik yang mereka kunjungi. Selain itu, mereka juga tidak mau kalah dengan ikut mempersembahkan dua kebudayaan lokal asli Indonesia yaitu Tari Saman dan musik Angklung. Untuk lengkapnya, berikut rangkuman kegiatan selama di Seoul:

  • Hari Pertama

Para guru dan siswa/i berangkat ke Seoul dari bandara Soekarno Hatta, perjalanan ditempuh selama sekitar 9 jam.

  • Hari Kedua

Para siswa/i diajarkan untuk membuat makanan khas Korea, yaitu Kimbap, dan juga memakai baju tradional Korea, yaitu Hanbok di Korean House. Selain itu mereka juga dapat membeli souvenir di Red Pine Tree Shop & Amethyst Show Case, serta mengunjungi satu-satunya masjid yang ada di Seoul, Itaewon Mosque. Kegiatan hari kedua ini diakhiri dengan kunjungan ke Nami Island.

 

  • Hari Ketiga

Ini saatnya untuk melakukan pementasan Tari Saman dan musik Angklung di Jeongok Middle School yang mana menjadi kegiatan andalan Nizamia untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Korea. Kegiatan hari ketiga diakhiri dengan berjalan-jalan ke Dongdaemun Market.

 

  • Hari Keempat

Kegiatan hari ini cukup unik karena selain terbagi ke beberapa tempat, juga tempat yang dikunjungi tak kalah menarik perhatian. Pagi hari diawali dengan kunjungan ke Yonsei University sebagai penyemangat hari keempat, setelah itu dimulailah petualangan. Sebagai negara yang mendapat julukan negeri ginseng, rasanya kurang lengkap bila tidak mengunjungi segala sesuatu tentang ginseng itu. Oleh karena itu siswa/i tidak menyia-nyiakan kesempatan saat diundang untuk berkunjung ke APCIEU Headquarters, National Ginseng Outlet. Di sini siswa/i diberi pengarahan tentang berbagai jenis ginseng dan kualitas serta kegunaannya. Hingga pengunjung memahami bahwa ginseng kualitas tertinggi membutuhkan jangka waktu 6 tahun untuk menjadi dewasa, bugar, dan memiliki kualitas yang baik. Ginseng berusia 6 tahun hanya tersedia di Korea dan untuk melestarikan dan memeliharanya, pemerintah Korea telah memblokir dan mencegah ginseng berusia 6 tahun dijual ke negara lain. Ginseng berusia 4 tahun ke bawah diizinkan untuk dijual ke negara lain. Di sini pengunjung juga dijelaskan cara menanam dan cara melihat ginseng yang sangat sensitif pada ruang dan penggunaan lahan. Setelah menanam ginseng, luas lahan yang digunakan tidak dapat melakukan penanaman selama 14 tahun.

Puas berpetualang dengan ginseng, selanjutnya siswa/i diarahkan untuk berkunjung ke Gyeongbok Palace, ini adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul. Istana ini termasuk dari lima istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon. Istana Gyeongbok aslinya didirikan tahun 1394 oleh Jeong do jeon, seorang arsitek. Di wilayah istana, ada sebuah museum yang bernama National Folklore Museum, yang mana juga menjadi kunjungan wajib siswa/i selama berada di sana. Perjalanan hari ini berakhir di Myeongdong Street, di mana siswa/i bisa menjajal aneka street food.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Hari Kelima

Ini adalah hari terakhir di Seoul sebelum kembali ke tanah air, dan siswa/i diberi kesempatan berbelanja di Chungha Grocery Shop sebelum akhirnya tiba di Jakarta dengan selamat.

Alhamdulillah perjalanan selama di Korea Selatan berjalan dengan baik dan lancar, ini tak lepas dari komunikasi dan kerja sama yang baik antara Nizamia Andalusia Middle School di bawah pimpinan Ibu Uli Ratna Muliawati selaku kepala sekolah, sekaligus penanggung jawab program ini, dengan Bapak Lee Chungeik (kepala sekolah Jeongok Middle School)

Itulah pengalaman yang sangat berharga dan penuh kenangan bagi siswa/i dan para guru selama kunjungannya ke Seoul. Lima hari tanpa bertemu orang tua, tentunya menimbulkan rindu bagi para siswa/i, namun pengalaman berharga seperti ini akan selalu dikenang dalam benak mereka. Dengan begitu kita semua akan selalu mensyukuri nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak terhingga bahwa ada banyak hal baru yang sebelumnya tidak pernah kita ketahui. Untuk itu Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan hambaNya untuk merantau, sebagaimana firmanNya yang dikutip dalam Al Quran:

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.”-QS Al Mulk, 15-

 

 

 

 

Share This: