Jl. Mabes Hankam No. 15 – 16 Bambu Apus – Cipayung Jakarta Timur 13890
021 – 29825775/29825776 | WA Only 0877-3155-0045 (TK) | WA Only 0822-1155-0045 (SD) | WA Only 0877-4155-0045 (SMP)

Menu

Grade 5, Lead and Learn Program

Grade 5, Lead and Learn Program

Grade 5, Lead and Learn Program

Kuala Lumpur, Malaysia

April 3rd – 6th 2019

 

Sebagai negara yang memiliki banyak persamaan dengan Indonesia, rasanya kurang lengkap bila hanya sekedar tahu dari bacaan atau “katanya” segala sesuatu tentang Malaysia. Untuk itu, pada program tahunan kelas 5 kali ini, Nizamia mengadakan sebuah kunjungan langsung ke Malaysia dengan membawa misi kebudayaan. Bagian dari program ini adalah school touring, class sit-in, cultural performance, dan social visit, yang diimplementasikan dari program ASEAN studies.

Proses perencanaan program ini memakan waktu selama sekitar 9 bulan, sebelum akhirnya dipublikasikan secara luas kepada orang tua murid pada bulan Januari 2019. Program lead and learn ini di bawah tanggung jawab Ibu Aprianingsih, selaku kepala sekolah Nizamia Primary School.

Perjalanan kali ini sangat menarik, karena sebagai sesama rumpun Melayu, Indonesia dan Malaysia nyaris hampir tak ada perbedaan. Mengacu pada sejarah, Melayu Malaysia yang disebut Kaum Melayu adalah masyarakat Melayu berintikan orang Melayu asli tanah Semenanjung Malaya (Melayu Anak Jati), ditambah suku-suku pendatang dari Indonesia dan tempat lainnya yang disebut Melayu Anak Dagang seperti Jawa, Minangkabau, Riau, Mandailing, Aceh, Bugis, Bawean, Banjar, Champa dan lain-lain. Semua diikat oleh agama Islam dan budaya Melayu Malaysia.

Namun, etnis Melayu di Malaysia Barat (Malaya) yang tidak terikat dengan perlembagaan Malaysia secara umumnya terbagi kepada tiga suku etnis terbesar, yaitu Melayu Kelantan, Melayu Johor dan Melayu Kedah. Di Malaysia Timur terdapat pula komunitas Melayu, yaitu Melayu Sarawak dan Melayu Brunei yang mempunyai dialek yang berbeda dengan Melayu Semenanjung Malaya. Suku Melayu Sarawak biasanya terdapat di Negara Bagian Sarawak, serta lebih berkerabat dengan Suku Melayu Pontianak dari Kalimantan Barat. Sedangkan Suku Melayu Brunei biasanya menetap di bagian utara Sarawak, Pantai Barat Sabah, serta Brunei Darussalam.

Terlepas dari itu semua, kunjungan siswa/i ke Kuala Lumpur sudah cukup untuk mewakili program kali ini karena ada beberapa budaya asli Indonesia yang dipertunjukkan secara jelas oleh siswa/i Nizamia untuk diperkenalkan kepada siswa/i SK Petaling 2 (selevel SD pen-). Mereka saling bertukar pertunjukkan dan kebudayaan. Diantaranya performa dari Nizamia Primary School seperti tari-tarian, pencak silat, nyanyian, hingga musik marawis yang dibawakan dengan lagu Malaysia, sebagai bentuk apresiasi atas sambutan hangat dari SK Petaling 2. Begitu pun sebaliknya, SK Petaling 2 juga mempertunjukkan performa yang sama baiknya.

 

Hari berikutnya, SK Petaling 2 memberikan kesempatan untuk school tour dengan mengajak siswa/i berkeliling sekolah dan melihat semua fasilitas yang ada dengan melakukan class activities seperti science clab, belajar bahasa Inggris dan lain sebagainya. Kegiatan pun diakhiri dengan pertunjukkan tarian dari sekolah Saraswati, yaitu sekolah Tamil yang ada di Malaysia. Sebuah kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.

Program lead and learn ini adalah pengalaman luar biasa bagi siswa/i kelas 5 Nizamia selama empat hari kunjungannya di Kuala Lumpur. Mereka merasa sangat senang karena mempunyai pengalaman baru dan juga bisa jalan-jalan ke berbagai tempat penting di Kuala Lumpur. Sebuah bekal yang bermanfaat untuk masa depan mereka.

Share This: