
Menumbuhkan makna ibadah dan keimanan dalam diri anak tidak dapat dilakukan hanya melalui penyampaian teori semata. Diperlukan refleksi bersama serta pendekatan kontekstual agar nilai-nilai tersebut benar-benar dipahami oleh peserta didik. Hal inilah yang menjadi semangat kegiatan peringatan Isra Mi’raj yang diselenggarakan oleh SD Nizamia Andalusia pada tanggal 21 Januari 2026. Mengangkat tema "Reflecting on Faith and Devotion", para murid tidak hanya mendengarkan pemaparan mengenai esensi dan hikmah salat sebagai inti peristiwa Isra Mikraj, tetapi juga diajak menelusuri sejarah perjalanan Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam secara lebih mendalam.
Berikut momen kegiatan Isra Mi'raj di SD Nizamia Andalusia
Pembacaan Al Quran oleh siswa kelas 2, Shareen Malayeka Arifin.
Panggung Auditorium terlihat penuh oleh penampilan lebih dari 50 siswa memainkan Rebana dan bershalawat kepada Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam.
Berbeda dari peringatan Isra Mi’raj sebelumnya, kegiatan kali ini dikemas dengan pementasan drama. Pementasan ini dibuat spesial dengan hadirnya guru – guru sebagai tokoh cerita perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Dalam drama ini, terdapat pesan penting bahwa ibadah shalat bukan beban bagi hamba-Nya, melainkan tanda cinta Allah. Lewat shalat, Allah mengajak kita berhenti sejenak dari bermain dan belajar, lalu datang menghadap-Nya. Dalam refleksi ini, esensi peringatan Isra Mi'raj terasa lebih bermakna bagi anak-anak.
Upaya Guru Keislaman dan PAI merefleksikan makna shalat dalam kegiatan pembelajaran :
Sebagai guru Pendidikan Agama Islam, Pak Saik menyampaikan penanaman pemahaman nilai ibadah shalat dalam kegiatan pembelajaran. Shalat sebagai mi’rajnya bagi orang beriman, yaitu sarana mendekatkan diri kepada Allah, serta ibadah yang langsung diperintahkan oleh Allah. Shalat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga sarana pembentukan sikap dan karakter. Dalam shalat terdapat pendidikan tentang disiplin waktu, karena setiap shalat memiliki waktu yang telah ditentukan. Ketepatan dalam menunaikan shalat melatih seseorang untuk menghargai waktu, hidup teratur, dan konsisten dalam menjalankan kewajiban.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap nilai-nilai keimanan, pendidikan karakter, kedisiplinan dalam beribadah, serta kecintaan kepada Rasulullah dapat tertanam kuat dalam diri setiap murid sejak usia dini, ungkap Pak Saik sebagai guru PAI.
Narasumber: Saik Nur Mustaqim, S.H.I., S. Pd., M. Pd. I.
Editor: Nur Auliyah, S.Pd.
Editor: Siti Cholilah, S.Pd.I