Logo Nizamia Andalusia School

Financially Fit Teacher: Rencanakan, Sisihkan, Bertumbuh


5 dilihat

Jakarta, November 2025 — Sebagai bagian dari Road to Teacher's Day 2025 Series, Nizamia Andalusia School melanjutkan komitmennya pada pengembangan guru secara menyeluruh — kali ini lewat lokakarya yang tidak membahas pedagogi di kelas, melainkan keterampilan yang sama pentingnya bagi setiap pendidik: literasi finansial.

Digelar Rabu, 5 November 2025, di Home of The Falcons Auditorium, lokakarya bertajuk "Financially Fit Teacher: Plan, Save, Grow" menjadi ruang belajar yang menyegarkan bagi lebih dari 50 peserta dari berbagai jenjang. Acara ini menghadirkan Bapak Unggul Suprayitno, seorang Spesialis Senior Manajemen Keuangan, World Bank (1997-2023), yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang manajemen keuangan global.

Meski latar belakangnya mengesankan, Bapak Unggul menyampaikan materinya dengan cara yang mudah dicerna dan membumi. Ia membuka sesi dengan mengingatkan peserta bahwa "kesejahteraan finansial tidak ditentukan oleh besar kecilnya gaji, melainkan oleh seberapa sadar kita mengelola apa yang kita miliki". Pesan itu langsung menyentuh audiens — para guru yang dalam kesehariannya mendampingi siswa sering menempatkan perencanaan keuangan di urutan paling bawah daftar tugas mereka.

Selama sesi, Bapak Unggul mengajak peserta memaknai ulang literasi finansial sebagai keterampilan hidup — yang berdampak langsung pada kesehatan mental, keharmonisan keluarga, dan kebahagiaan jangka panjang. "Mengelola uang dengan bijak bukan soal kemewahan," ujarnya, "melainkan soal ketenangan hati — dan guru berhak atas ketenangan itu".

Sesi ini membahas sejumlah konsep penting yang banyak dirasa membuka wawasan peserta: memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan, melacak arus kas, menetapkan tujuan keuangan, dan membangun dana darurat. Konsep-konsep itu dibuat sederhana lewat contoh yang dekat dengan keseharian — cara merencanakan pengeluaran rumah tangga, cara menyiapkan kebutuhan masa depan seperti pendidikan atau pensiun, dan bagaimana tabungan kecil yang konsisten bisa menciptakan stabilitas seiring waktu.

Salah satu poin kunci dari sesi ini adalah "Tiga Pilar Kesejahteraan Finansial untuk Guru": Rencanakan — Susun rencana keuangan yang realistis dan bermakna, selaras dengan tujuan hidup Anda. Sisihkan — Bangun kebiasaan menabung yang sehat demi stabilitas dan ketenangan hati. Bertumbuh — Jelajahi cara aman dan cerdas untuk mengembangkan aset, bahkan dari langkah kecil.

Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab interaktif. Para guru berbagi pengalaman — dari sulitnya mengatur anggaran dengan gaji terbatas hingga semangat mencoba investasi pertama. Diskusinya jujur, praktis, dan memberdayakan, sekaligus mematahkan anggapan bahwa bicara soal keuangan harus rumit atau menakutkan.

Di akhir lokakarya, banyak guru menyampaikan rasa lebih terkendali dan optimistis. Mereka menyadari bahwa kemandirian finansial bukan ditentukan oleh besarnya penghasilan, melainkan oleh kesadaran, perencanaan, dan tindakan yang konsisten. Ibu Vira merenung, "Sehat secara finansial memberi kita ketenangan — dan ketika seorang guru merasa tenang, ia bisa memberikan yang terbaik untuk murid-muridnya". Lewat inisiatif ini, Nizamia Andalusia School menegaskan kembali komitmennya merawat pendidik secara menyeluruh — bukan hanya dalam pertumbuhan profesional, tetapi juga dalam kesejahteraan pribadi dan pemberdayaan finansial. Sebab guru yang percaya diri dan aman secara finansial akan selalu mengajar dengan hati yang penuh, menginspirasi siswa untuk hidup bijak dan bermakna.


Sumber:

  • Savira Amalia Kirana, S.Pd., Wali Kelas 8C
  • Unggul Suprayitno, Spesialis Senior Manajemen Keuangan, World Bank (1997-2023)
Penulis:
  • Diajeng Manipuspaka Azzahra, S.I.Kom.
  • Siti Cholilah, S.Pd.I.
Editor: Eno Pratiwi, S.E., M.Pd.

Playgroup TK SD SMP SMA