Logo Nizamia Andalusia School

Pause, Reflect, Upgrade: Guru Nizamia Merefleksikan Perjalanan Mengajar


9 dilihat

Jakarta, Oktober 2025 - "Guru hebat bukanlah yang tidak pernah salah, melainkan yang terus belajar dari setiap langkahnya". Kutipan itu tepat menggambarkan semangat Sharing Session: Pause, Reflect, Upgrade yang digelar pada Rabu, 1 Oktober 2025 di Auditorium Home of The Falcons, Nizamia High School (NHS). Acara ini mempertemukan guru dari seluruh unit Nizamia, dari TK hingga SMA, dalam sesi yang dirancang untuk memperlambat langkah, merefleksikan diri, dan menemukan kembali makna perjalanan mengajar mereka.

Sesi dipandu oleh Aldilla K., , Education Project Manager di INA Digital Edu, sekaligus Certified Trainer, STEAM Facilitator, dan Talents Mapping Practitioner. Dengan pengalamannya yang luas di bidang pengembangan guru, Kak Aldilla mengajak peserta menyelami seni refleksi — bukan sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai kebiasaan praktis dan transformatif yang menumbuhkan pertumbuhan profesional.

Sejak awal, suasana terasa hangat dan akrab. Setelah pembukaan singkat, sesi berlanjut dengan diskusi interaktif dan momen berbagi yang mengajak guru menengok ke dalam diri dan mengevaluasi pengalaman mereka. Kak Aldilla memperkenalkan kerangka SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, dan Time-bound) sebagai cara sederhana namun efektif agar refleksi terukur dan berorientasi aksi.

Para guru diajak mengenang momen nyata di kelas — cerita tentang kemenangan kecil, tantangan tak terduga, dan pengalaman menghangatkan hati bersama siswa. Dari cerita-cerita itu, peserta menyadari bahwa refleksi bukanlah menghakimi performa diri, melainkan memahami proses bertumbuh diri sendiri. Refleksi adalah cara berhenti sejenak, belajar, lalu melangkah maju dengan lebih jernih.

Diskusi berkembang menjadi pertukaran gagasan yang kolaboratif. Para guru saling mendengar wawasan satu sama lain dan saling menguatkan, menciptakan suasana penuh empati dan pembelajaran bersama. Bersama-sama, mereka menemukan bahwa refleksi tidak seharusnya menjadi praktik individual semata, melainkan budaya bersama di lingkungan sekolah — budaya yang mendorong perbaikan berkelanjutan dan saling mendukung. "Refleksi membantu kita melihat bukan hanya apa yang kita lakukan, tetapi juga sosok seperti apa yang sedang kita bentuk sebagai pendidik", ujar Pak Adi dalam diskusi.

Sesi ditutup dengan komitmen bersama: setiap guru akan terus membangun kebiasaan reflektif sebagai bagian dari perjalanan profesionalnya. Sesi foto pun menyusul, mengabadikan senyum, tawa, dan semangat baru untuk terus bertumbuh. Melalui program seperti ini, Nizamia Andalusia School terus menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidik yang adaptif, reflektif, dan menginspirasi — guru yang tak pernah berhenti belajar agar dapat membimbing siswa bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan kebijaksanaan dan ketulusan hati.


Sumber:

  • Saputra Nurdiansyah, S.E., Tim RITH
  • Aldilla K., Certified Trainer; Talents Mapping Practitioner
Penulis:
  • Diajeng Manipuspaka Azzahra, S.I.Kom.
  • Siti Cholilah, S.Pd.I.
Editor: Eno Pratiwi, S.E., M.Pd.

Playgroup TK SD SMP SMA