Jakarta, September 2025 — Home of The Falcons Auditorium Lantai 3 dipenuhi antusiasme dan rasa ingin tahu saat sekitar 40 pendidik Nizamia Andalusia School berkumpul dalam lokakarya transformatif bertajuk "Positive Discipline in Action: From Challenges to Opportunities". Guru dari seluruh jenjang, dari TK hingga SMA, mengikuti sesi ini dengan satu tujuan bersama: memahami bagaimana disiplin positif bisa mengubah tantangan di kelas menjadi peluang bertumbuh dan membangun kedekatan.
Dipandu psikolog, ahli perkembangan anak, dan Pendiri Ruang Tumbuh, Ibu Irma Gustiana A., M.Psi., sesi ini mengajak peserta menemukan kembali esensi disiplin positif dalam pendidikan. Lewat diskusi dan refleksi yang menghidupkan, peserta dibimbing meninjau ulang pertanyaan mendasar: "Kita ingin anak patuh karena takut, atau bertindak bertanggung jawab karena paham?"
Pertanyaan itu menjadi landasan penelusuran mendalam tentang bagaimana disiplin bisa bergeser dari pendekatan berbasis hukuman menuju penumbuhan kesadaran, empati, dan tanggung jawab pada siswa. Ibu Irma menegaskan bahwa disiplin yang efektif berawal dari memahami kebutuhan emosional anak dan membantu mereka menginternalisasi nilai lewat kedekatan, bukan kendali.
Sepanjang lokakarya, peserta terlibat dalam kombinasi pemaparan materi, roleplay, dan diskusi interaktif. Mereka menelusuri situasi nyata di kelas dan berlatih cara merespons dengan empati sambil tetap memegang batasan yang tegas dan konsisten. Saat terhubung secara emosional dan intelektual dengan skenario tersebut, banyak pendidik menemukan "aha moment" mereka sendiri — tanda pemahaman yang lebih dalam dan sudut pandang yang segar.
Seiring lokakarya berjalan, suasana menjadi penuh kedekatan dan semangat belajar bersama. Guru berbagi pengalaman dan tantangan mereka secara terbuka, dari menangani ledakan emosi pada siswa yang lebih kecil hingga menumbuhkan tanggung jawab pada remaja. Setiap refleksi memperdalam pemahaman bersama bahwa disiplin bekerja paling baik ketika berlandaskan kepercayaan, komunikasi, dan welas asih. "Disiplin positif mengajarkan kita bahwa bimbingan lahir dari kedekatan, bukan kendali", ujar Ibu Cut Yunita
Lewat program seperti ini, Nizamia Andalusia School menegaskan kembali misinya membangun lingkungan tempat guru meneladankan empati, integritas, dan kesabaran dalam praktik keseharian. Lokakarya Positive Discipline in Action menjadi bukti komitmen sekolah yang berkelanjutan membentuk budaya pendidikan di mana setiap anak merasa aman, dihormati, dan berdaya untuk belajar bukan hanya dengan pikirannya, tetapi juga dengan hatinya.
Sumber:
- Cut Yunita Puspita Sari, S. Pd., Kepala NAK Lower Level
- Irma Gustiana A., M.Psi., Psikolog & Pendiri ruangtumbuh.id
- Diajeng Manipuspaka Azzahra, S.I.Kom.
- Siti Cholilah, S.Pd.I.
