Jakarta, November 2025 — Sabtu pagi yang penuh semangat terasa di Auditorium Sekolah Dasar Nizamia Andalusia, tempat 140 pendidik dari seluruh jenjang Nizamia Andalusia School — TK, SD, SMP, dan SMA — berkumpul dengan satu tujuan bersama: belajar, bertumbuh, dan saling menginspirasi bersama.
Sesi bertema "Teaching Together, Growing Forever: Kolaborasi Guru dalam Komunitas Belajar". Kali ini, fokusnya bergeser dari apa yang guru ajarkan ke siapa guru itu sendiri — pembelajar sepanjang hayat yang pertumbuhannya membentuk pertumbuhan orang lain. Sesi utama dipandu oleh Dr. Itje Chodidjah, M.A., praktisi pendidikan senior yang telah mendedikasikan puluhan tahun untuk memajukan profesionalisme guru di Indonesia. Dengan gaya bercerita yang hangat dan reflektif, beliau mengajak para guru berhenti sejenak dan merenungkan kebenaran sederhana namun kuat: "Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembelajar. Kita tak bisa menumbuhkan orang lain kalau kita berhenti bertumbuh". Lewat pengingat itu, peserta diajak menemukan kembali esensi menjadi pendidik — bukan sebagai individu yang berjalan sendiri, melainkan sebagai bagian dari komunitas belajar yang tumbuh dari keterhubungan, refleksi, dan kolaborasi.
Mengusung tema "Teaching Together, Growing Forever", lokakarya ini mengenalkan konsep di mana guru terus-menerus berbagi praktik terbaik, mendiskusikan tantangan nyata di kelas, dan bersama-sama merancang solusi yang bermakna. Dalam komunitas seperti ini, kolaborasi bukan lagi sekadar istilah populer; ia berubah menjadi budaya tumbuh bersama dan tujuan yang sama.
Pagi itu semakin kaya dengan paparan inspiratif dari berbagai gerakan pendidikan seperti Indorelawan, Read Aloud Indonesia, dan Terang Jakarta, masing-masing menunjukkan bagaimana kolaborasi dan empati bisa memicu perubahan pendidikan yang berdampak — dari praktik di kelas hingga inisiatif komunitas yang lebih luas. Kisah-kisah ini mengingatkan para guru bahwa setiap tindakan berbagi, sekecil apa pun, ikut mendorong kemajuan pendidikan bersama. "Kolaborasi memberi kita kekuatan, refleksi memberi kita kejernihan. Lewat sesi ini saya sadar bahwa pertumbuhan dalam pendidikan tidak terjadi sendirian, melainkan di dalam komunitas", ujar Ibu Mumun dari SMA Nizamia.
Suasana sepanjang sesi terasa reflektif sekaligus gembira. Para guru bertukar cerita, tertawa bersama, dan meninggalkan ruangan dengan semangat baru untuk membawa jiwa kolaborasi ke kelas masing-masing. Banyak yang merenung bahwa pertumbuhan profesional sejati tidak terjadi sendirian, melainkan lewat dialog — lewat mendengarkan, bertanya, dan membangun bersama.
Di akhir acara, satu pesan terasa sangat menggema: pendidikan tidak pernah berhenti di dinding kelas. Ia tumbuh lewat percakapan, refleksi, dan keberanian bersama para pendidik yang memilih untuk terus belajar. Melalui Teaching Together, Growing Forever, Nizamia Andalusia School menegaskan kembali komitmennya merawat budaya di mana guru berdaya untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berinovasi. Sebab ketika guru bertumbuh, pendidikan itu sendiri ikut berkembang — tanpa batas dan dengan cara yang indah.
Sumber:
- Dr. Itje Chodidjah, M.A., Praktisi Pendidikan Senior
- Mumun Siti Munawwaroh, S. Pd. M. Pd., Wakil Kepala SMA Nizamia bidang Kurikulum
- Diajeng Manipuspaka Azzahra, S.I.Kom.
- Siti Cholilah, S.Pd.I.
